Dalam kemegahan syurga yang begitu damai
sang adam terlihat begitu murung
menguntai doa pada tuhan
akan seorang pendamping untuk menemani
bahkan keindahan syurga tak mampu hapus kesepian sang adam
hingga adampun terlelap dalam sepi
Hingga tuhan ciptakan Hawa
Hawa diciptakan dari tulang rusuk sang adam
Bukan dari kepala untuk atasannya
Bukan dari kaki untuk jadi alasnya
Bkan dari mulut untuk diperintahnya
Bukan dari mata untuk di nikmati kindahannya
Tapi tercipta dari rusuk kiri
di dekat hati sang adam untuk di cintainya
Di bawah lengannya yang kokoh untuk di lindunginya
tuhan ciptakan hawa dengan satu larangan
namun besarnya kasih dan sayang pada hawa
membuat sang adam lupa...
lupa akan janjinya...
hingga akhirnya sang adam tergelincir dari syurga
terdampar di bumi
terpisah jauh dengan sang hawa
wahai adam....
dulu cintamu pada hawa membuatmu tergelincir dari syurga
jika suatu saat nanti kamu bertemu dengan hawa
maka ijinkan sang hawa mengantarmu kembali kesana
^^
Senin, 04 April 2011
Mungkin Aku Suka
Dulu..
Aku tau ada Rasa untukku
dari perhatian yg kamu berikan
ku tak bisa membaca
Apkh itu smua ju2r adanya dari hatimu
Atw hanya sekedar rasa sesaat..
katakan padaku
karna aku Terlalu kecil untuk mengerti
Dan terlalu bodoh untuk memahami
kini aku tak mengerti dg rasaku
Ada yg lain didasar hatiku
Ada yg berbeda ttg rasaku padamu
Ada yg sakit disudut hatiku
Ketika kamu rayu dia didepan mataku
Apa mungkin aku suka??
Apa benar aku sayang??
Entahlaah..
yang jelas..
bertahun tahun lamanya
Aku tak kenal caranya merindu
Aku tak mengerti cara mencinta
Dan tak tau rasa ingin bertemu Namun kini..
Perasaan mengajariku
dirimu seakan mengembalikannya padaku...
Sekarang..
Kuhanya bisa menanti
jika memang cintamu tulus untukku
Kan ku nanti dirimu slalu
Tapi jika aku bukanlah cintamu
Ku hanya bisa berharap
Agar tuhan hapus smua rasaku
Dan mengantinya dg rasa yg baru
Agar aku tidak merasa
seakan aku trcipta dari tulang rusuk yg tak sempurna
Hingga tak ada yg membutuhkannya
Bahkan hanya utk sekedar mencari
Setidaknya..
Begitulah rasaku
Meski mereka menertawakan
Setidaknya ku bisa berbagi
Berbagi disini... Bersamamu
Aku tau ada Rasa untukku
dari perhatian yg kamu berikan
ku tak bisa membaca
Apkh itu smua ju2r adanya dari hatimu
Atw hanya sekedar rasa sesaat..
katakan padaku
karna aku Terlalu kecil untuk mengerti
Dan terlalu bodoh untuk memahami
kini aku tak mengerti dg rasaku
Ada yg lain didasar hatiku
Ada yg berbeda ttg rasaku padamu
Ada yg sakit disudut hatiku
Ketika kamu rayu dia didepan mataku
Apa mungkin aku suka??
Apa benar aku sayang??
Entahlaah..
yang jelas..
bertahun tahun lamanya
Aku tak kenal caranya merindu
Aku tak mengerti cara mencinta
Dan tak tau rasa ingin bertemu Namun kini..
Perasaan mengajariku
dirimu seakan mengembalikannya padaku...
Sekarang..
Kuhanya bisa menanti
jika memang cintamu tulus untukku
Kan ku nanti dirimu slalu
Tapi jika aku bukanlah cintamu
Ku hanya bisa berharap
Agar tuhan hapus smua rasaku
Dan mengantinya dg rasa yg baru
Agar aku tidak merasa
seakan aku trcipta dari tulang rusuk yg tak sempurna
Hingga tak ada yg membutuhkannya
Bahkan hanya utk sekedar mencari
Setidaknya..
Begitulah rasaku
Meski mereka menertawakan
Setidaknya ku bisa berbagi
Berbagi disini... Bersamamu
Terima Kasih, Saudaraku
Jujur.. Aku bingung..
Tak tau harus mulai dri mana
Dan Tak tau harus bercerita apa
Tentang kamu...
Saat ku mulai merangkai kata
Satu yg ku ingat..
Senyum semangatmu slalu terlahir
saat sosokmu hadir dihadapanku
Saat kata lahir dri mulutmu
seakan penuh dg nasihat
Dirimu mengajrkanku banyak hal
Semangatmu..
keyakinanmu..
Perjuanganmu
kesabaranmu..
Adlh hal yg ku salutkan
darimu aku mengerti...
Bahwa mimpi harus ttp dibela meski hidup digelung nestapa
Darimu aku belajar..
Mencipta tawa meski hati menangis
mengukir senyum dalam Stiap sedih
membuat gundah menjadi Damai
Memberi kasih meski tak dibalas sayang...
Dan disitulah ku lihat ikhlasmu...
Namun...terkadang Aku takut..
ketika marah menguasaimu
Aku benci ketika mukamu memerah..
tapi..ku terlanjur tau
Bahwa marahmu adlh sayangmu
Hingga benci Tak dpt kalahkannya
hingga pada akhirnya.
Aku sadar...
Jiwa kami tlah tertolong olehmu
Oleh perhatian yg tak kami sadari adanya darimu..
terima kasih ats segalanya
Ats semangatmu yg mengajariku
Tak akn pernah pudar
meski diterhapus waktu
tak akan pernah hilang
Meski termakan hari
Ttplah jadi li2n bagi kami
Meski nantinya gelap itu tak berkesudahan
Pegang erat tangan kami
Agar kami tak jatuh
Walau nanti kami terjatuh
ku berharap uluran tanganmu slalu ada...saudara ku
Tak tau harus mulai dri mana
Dan Tak tau harus bercerita apa
Tentang kamu...
Saat ku mulai merangkai kata
Satu yg ku ingat..
Senyum semangatmu slalu terlahir
saat sosokmu hadir dihadapanku
Saat kata lahir dri mulutmu
seakan penuh dg nasihat
Dirimu mengajrkanku banyak hal
Semangatmu..
keyakinanmu..
Perjuanganmu
kesabaranmu..
Adlh hal yg ku salutkan
darimu aku mengerti...
Bahwa mimpi harus ttp dibela meski hidup digelung nestapa
Darimu aku belajar..
Mencipta tawa meski hati menangis
mengukir senyum dalam Stiap sedih
membuat gundah menjadi Damai
Memberi kasih meski tak dibalas sayang...
Dan disitulah ku lihat ikhlasmu...
Namun...terkadang Aku takut..
ketika marah menguasaimu
Aku benci ketika mukamu memerah..
tapi..ku terlanjur tau
Bahwa marahmu adlh sayangmu
Hingga benci Tak dpt kalahkannya
hingga pada akhirnya.
Aku sadar...
Jiwa kami tlah tertolong olehmu
Oleh perhatian yg tak kami sadari adanya darimu..
terima kasih ats segalanya
Ats semangatmu yg mengajariku
Tak akn pernah pudar
meski diterhapus waktu
tak akan pernah hilang
Meski termakan hari
Ttplah jadi li2n bagi kami
Meski nantinya gelap itu tak berkesudahan
Pegang erat tangan kami
Agar kami tak jatuh
Walau nanti kami terjatuh
ku berharap uluran tanganmu slalu ada...saudara ku
Awan & Pelangi
SOre itu...
Lagit jingga begitu mendung
Awan begitu muram
seolah senja ingin menangis
awan tak mampu lagi menahan
Hingga pada akhirnya
Air mata langit kembali terjatuh
Meski tertahan berupa gerimis
Dari sosok awan yg terlihat tegar
Angin senja kembali hadir
Mencoba Menyentuh lembut sang awan
mengusir gerimis senja ini
Inginkan awan kembali menari
namun awan tak inginkan angin
Hingga pada akhirnya
Sosok pelangipun hadir
Begitu indah dan begitu elok
Kini awan tak lagi muram, tak lagi menangis
Krn disana awan tak lagi sendiri
Kini awan Bertemankan pelangi,
meski tak slalu bersama, namun mereka percaya, awan dan pelangi kelak dipertemukan lagi
Meski dalam gerimis
Sebelum pelangi pergi
Sang awan berbisik lembut
"mungkin aku tdk lah sempurna, namun cintaku begitu sempurna untukmu, pelangiku"
Pelangi hanya bisa tersipu malu
Melihat kesederhanaan cinta sang awan
Dan kini pelangipun semakin berwana, menyempurnakan warna putih pada sang awan
dari kesederhanaan cinta,, AWAN dan PELANGI
^^
Lagit jingga begitu mendung
Awan begitu muram
seolah senja ingin menangis
awan tak mampu lagi menahan
Hingga pada akhirnya
Air mata langit kembali terjatuh
Meski tertahan berupa gerimis
Dari sosok awan yg terlihat tegar
Angin senja kembali hadir
Mencoba Menyentuh lembut sang awan
mengusir gerimis senja ini
Inginkan awan kembali menari
namun awan tak inginkan angin
Hingga pada akhirnya
Sosok pelangipun hadir
Begitu indah dan begitu elok
Kini awan tak lagi muram, tak lagi menangis
Krn disana awan tak lagi sendiri
Kini awan Bertemankan pelangi,
meski tak slalu bersama, namun mereka percaya, awan dan pelangi kelak dipertemukan lagi
Meski dalam gerimis
Sebelum pelangi pergi
Sang awan berbisik lembut
"mungkin aku tdk lah sempurna, namun cintaku begitu sempurna untukmu, pelangiku"
Pelangi hanya bisa tersipu malu
Melihat kesederhanaan cinta sang awan
Dan kini pelangipun semakin berwana, menyempurnakan warna putih pada sang awan
dari kesederhanaan cinta,, AWAN dan PELANGI
^^
Sabtu, 19 Maret 2011
Ketakutan Ku
Tuhan...
aku tak tau rasa apa yang harus ku punya
terlalu tak pantas rasaku
terlalu besar ketakutanku
terlalu berani rasa ku
tuk menerima semua ini
Tuhan...
aku terlalu takut
atas kepercayaan mereka
adilkah jika ku menolak
hanya dengan beralasankan ketakutan?
Tidak.. itu tidaklah adil..
mungkin itulah jawabannya
ku terlalu takut
menodai putihnya kepercayaan kamu, dia, dan mereka
ku takut membuat kamu, dia, dan mereka kecewa
hingga sisakan sesal tanpa tepi
Tuhan...
apa yang harus kulakukan?
sungguh terlalu berani rasanya
jika ku terima
Tuhan...
ku tau ini adalah jalanMu
ijinkan kutempuh dengan tuntunanMu
rangkullah aku
agar ku tak jatuh...
pegang erat tangaku...
agar aku tida tersesat...
ijinkan ku jaga kepercayaannya
jinkan ku jalankan amanahMu
dengan jalan yang engkau ridhoi
berikan aku keyakinan
berikan aku kekuatan
karena aku terlalu lemah
tanpa daya
jika bukan karenaMu
aku tak tau rasa apa yang harus ku punya
terlalu tak pantas rasaku
terlalu besar ketakutanku
terlalu berani rasa ku
tuk menerima semua ini
Tuhan...
aku terlalu takut
atas kepercayaan mereka
adilkah jika ku menolak
hanya dengan beralasankan ketakutan?
Tidak.. itu tidaklah adil..
mungkin itulah jawabannya
ku terlalu takut
menodai putihnya kepercayaan kamu, dia, dan mereka
ku takut membuat kamu, dia, dan mereka kecewa
hingga sisakan sesal tanpa tepi
Tuhan...
apa yang harus kulakukan?
sungguh terlalu berani rasanya
jika ku terima
Tuhan...
ku tau ini adalah jalanMu
ijinkan kutempuh dengan tuntunanMu
rangkullah aku
agar ku tak jatuh...
pegang erat tangaku...
agar aku tida tersesat...
ijinkan ku jaga kepercayaannya
jinkan ku jalankan amanahMu
dengan jalan yang engkau ridhoi
berikan aku keyakinan
berikan aku kekuatan
karena aku terlalu lemah
tanpa daya
jika bukan karenaMu
AKU dan Si Amplop Kuning
Ku tatap lekat si amplop kuning
yang tergelatak pasrah di meja bundar
smakin lama ku pandangi
smakin resah...
jiwa ku tak tenang...
ku gerakkan tanganku perlahan
menggapainya...
namun begitu berat
bergetar rasanya...
semua beraniku hilang
terbang terbawa angin
terhempas ke bumi bersama hujan
disore ini...
tertatih.. kembai mengumpukan berani
bukan untuk membacanya
tapi sekedar untuk menyentuh
karna jujur..
ku tak punya daya...
Hatiku seakan tanpa harap
terlalu takut...
hingga nyalipun menciut
terlalu pengecut
seakan tak mau tau
apa yang ada didalamnya
hati hanya bisa pasrah
sepasrah si amplop kuning
yang tergeletak dimeja bundar
atau...
kubiarkan saja si amplop kuning itu disana??
hingga di detik ini.. "rahasia" itu tak akan ku tau??
kubiarkan saja goresan tinta pernyataan itu
tetap menjadi rahasia...
antara selembar kertas putih dan si amplop kuning??
entahlaah..
yang jelas... detik ini ku tak ingin membukanya
mungkin benar hati terlalu takut
mungkin benar hati terlalu pengecut
biarkan saja amplop itu
sampai beraniku kembali menyatu
hingga hati teguh menerima
"rahasia dibalik amplop kuning"
** Note ini sengaja ku tulis setelah aku mendapatkan sebuah amplop kuning, hasil putusan kelulusan sebagai Pengurus Koperasi Mahasiswa Universitas Andalas periode 2011-2012...tak berani membukanya..begitu takut.. diasatu sisi aku ingin diterima, tapi disisi lain malah terlalu takut untuk diterima... rasanya sungguh tidak adil jika aku membalas kepercayaan yang telah diberikan hanya dengan alasan ketakutanku untuk tidak bisa menjalankan sebuah amanah... APAPUN KEPUTUSANNYA... ITU ADALAH YANG TERBAIK... BAGIKU DAN MEREKA... Insyaallah ^^
yang tergelatak pasrah di meja bundar
smakin lama ku pandangi
smakin resah...
jiwa ku tak tenang...
ku gerakkan tanganku perlahan
menggapainya...
namun begitu berat
bergetar rasanya...
semua beraniku hilang
terbang terbawa angin
terhempas ke bumi bersama hujan
disore ini...
tertatih.. kembai mengumpukan berani
bukan untuk membacanya
tapi sekedar untuk menyentuh
karna jujur..
ku tak punya daya...
Hatiku seakan tanpa harap
terlalu takut...
hingga nyalipun menciut
terlalu pengecut
seakan tak mau tau
apa yang ada didalamnya
hati hanya bisa pasrah
sepasrah si amplop kuning
yang tergeletak dimeja bundar
atau...
kubiarkan saja si amplop kuning itu disana??
hingga di detik ini.. "rahasia" itu tak akan ku tau??
kubiarkan saja goresan tinta pernyataan itu
tetap menjadi rahasia...
antara selembar kertas putih dan si amplop kuning??
entahlaah..
yang jelas... detik ini ku tak ingin membukanya
mungkin benar hati terlalu takut
mungkin benar hati terlalu pengecut
biarkan saja amplop itu
sampai beraniku kembali menyatu
hingga hati teguh menerima
"rahasia dibalik amplop kuning"
** Note ini sengaja ku tulis setelah aku mendapatkan sebuah amplop kuning, hasil putusan kelulusan sebagai Pengurus Koperasi Mahasiswa Universitas Andalas periode 2011-2012...tak berani membukanya..begitu takut.. diasatu sisi aku ingin diterima, tapi disisi lain malah terlalu takut untuk diterima... rasanya sungguh tidak adil jika aku membalas kepercayaan yang telah diberikan hanya dengan alasan ketakutanku untuk tidak bisa menjalankan sebuah amanah... APAPUN KEPUTUSANNYA... ITU ADALAH YANG TERBAIK... BAGIKU DAN MEREKA... Insyaallah ^^
Senin, 07 Maret 2011
adakah kau anggap aku sahabatmu?
aku kecewa..
dan aku sedih
smuanya kini tlah berbeda
aku tak tau
aku yg terlalu menganggap perbedaan
atau memang nyatanya begitu
tak ada lagi kebersamaan
tak ada kasih
tak ada sayang
krn dirimu menganggap
kita mempunyai jalan masing2
meski itu hanya rasaku
tapi sanggup meyakinkan hati
mungkin aku yg terlalu bodoh
tak mengenal apa itu cinta
hingga ku tak paham,
ku tak mengerti
tapi..
satu hal yang begitu jelas ku tau
cinta tak pernah melupakan sahabat
cinta tak ingin mendahului sahabat
apalagi menginjak sahabatnya
cinta dan sahabat akn slalu bersama
seiring jalan berpegangan tangan
bagi mereka yg mengerti
benar menganggap sahabat
dan jelas mengerti cinta
cintamu tak lagi pedulikan aku
cintamu tlah menyakiti ku
dan cintamu membuat aku mengerti
bahwa sahabat bukanlah sahabat slamanya
mungin aku yang terlalu berlebihan artikan hadirmu
sedang aku entah apa dimatamu
adakah kau anggap aku sahabatmu?
atw hanya sekedar teman
yang kau cari ketika cintamu pergi??
mungkin hanya cintamu yg bisa menjelaskannya
dan ku harap alasannya cukup utk membalut lukaku
krna ku terlanjur KECEWA..
TT
dan aku sedih
smuanya kini tlah berbeda
aku tak tau
aku yg terlalu menganggap perbedaan
atau memang nyatanya begitu
tak ada lagi kebersamaan
tak ada kasih
tak ada sayang
krn dirimu menganggap
kita mempunyai jalan masing2
meski itu hanya rasaku
tapi sanggup meyakinkan hati
mungkin aku yg terlalu bodoh
tak mengenal apa itu cinta
hingga ku tak paham,
ku tak mengerti
tapi..
satu hal yang begitu jelas ku tau
cinta tak pernah melupakan sahabat
cinta tak ingin mendahului sahabat
apalagi menginjak sahabatnya
cinta dan sahabat akn slalu bersama
seiring jalan berpegangan tangan
bagi mereka yg mengerti
benar menganggap sahabat
dan jelas mengerti cinta
cintamu tak lagi pedulikan aku
cintamu tlah menyakiti ku
dan cintamu membuat aku mengerti
bahwa sahabat bukanlah sahabat slamanya
mungin aku yang terlalu berlebihan artikan hadirmu
sedang aku entah apa dimatamu
adakah kau anggap aku sahabatmu?
atw hanya sekedar teman
yang kau cari ketika cintamu pergi??
mungkin hanya cintamu yg bisa menjelaskannya
dan ku harap alasannya cukup utk membalut lukaku
krna ku terlanjur KECEWA..
TT
Langganan:
Postingan (Atom)